Panduan Menyetem Gitar – Pernah nggak sih, kamu udah semangat 45 mau pamer lagu baru di depan gebetan, eh pas genjreng kunci G yang keluar malah suara kayak kucing kejepit pintu? Kamu cek jari kamu, posisinya udah bener. Kamu cek mental kamu, udah pede. Masalahnya cuma satu: Gitar kamu lagi “sakit gigi” alias fals!
Menyetem atau tuning gitar itu adalah ritual suci. Ibarat mau balapan F1, menyetem adalah proses kalibrasi mesin. Tanpa stem yang bener, lagu seindah “Yesterday”-nya The Beatles pun bakal terdengar kayak lagu horor.
Banyak pemula yang takut nyetem gitar karena takut senarnya putus (dan kena mata, classic parno). Tenang, sobat petik! Di artikel ini, kita bakal bedah cara menyetem gitar dengan gaya yang seru, santai, tapi tetep akurat. Siapkan kupingmu, kita mulai!
1. Kenalan Dulu sama “Si Enam Senar”
Sebelum kita muter-muter tuning pegs (puteran gitar), kamu harus tahu dulu nama masing-masing senar. Kalau nggak tahu namanya, gimana mau manggilnya, kan?
Urutan senar gitar itu dihitung dari yang paling bawah (paling kecil) ke atas (paling gede). Tapi, standarnya kita sebut dari atas ke bawah (E-A-D-G-B-E). Biar gampang hafal, pakai jembatan keledai ini:
- E (Senar 6 – Paling Gede): Emang
- A (Senar 5): Ada
- D (Senar 4): Dukun
- G (Senar 3): Ganteng
- B (Senar 2): Banget
- e (Senar 1 – Paling Kecil): eeeaaa!
Jadi urutannya adalah E-A-D-G-B-E. Kalau gitar kamu bunyinya udah sesuai urutan ini, selamat, kamu sudah berada di jalur yang benar!
2. Amunisi Menyetem: Pilih Senjatamu!
Ada beberapa cara buat nyetem gitar, tergantung situasi dan kondisi dompet atau teknologi yang kamu punya.
A. Pakai Tuner Digital (Si Paling Praktis)
Ini adalah cara paling anti-gagal buat pemula. Tuner jepit (clip-on tuner) itu murah banget, mulai 30 ribuan.
- Cara mainnya: Jepit di headstock (kepala gitar), petik senarnya, dan liat layarnya. Kalau warnanya masih merah dan jarumnya ke kiri, berarti kurang kenceng. Kalau ke kanan, berarti ketinggian. Kalau warnanya berubah jadi hijau, BOOM! Kamu berhasil.
B. Aplikasi Smartphone (Si Paling Gratisan)
Zaman sekarang, HP kamu bisa jadi asisten musik. Download aplikasi kayak GuitarTuna atau PanoTuner.
- Kelemahan: Aplikasi ini sensitif sama suara berisik. Jadi kalau kamu nyetem sambil ada mamah lagi goreng kerupuk di dapur, aplikasinya bakal bingung mana suara gitar mana suara kerupuk. Cari tempat sepi ya!
C. Menyetem Manual / “By Ear” (Si Paling Pro)
Ini level jedi. Kamu menyelaraskan satu senar dengan senar lainnya. Teknik paling populer adalah Fret ke-5.
- Tekan senar 6 di fret ke-5, suaranya harus sama persis dengan senar 5 yang dipetik lepas (open string). Begitu seterusnya, kecuali untuk senar 3 ke senar 2 yang pakai fret ke-4. Ribet? Awalnya iya, tapi ini melatih “telinga emas” kamu.
3. Langkah-Langkah Eksekusi: Biar Nggak Putus di Tengah Jalan!
Oke, kita pakai asumsi kamu pakai tuner (digital atau aplikasi). Begini prosedur operasinya:
- Posisi Duduk yang Nyaman: Jangan nyetem sambil kayang. Duduk tegak, pegang gitar dengan mantap.
- Petik dengan Tegas: Jangan petik senar kayak malu-malu kucing. Petik dengan kekuatan sedang biar tuner bisa dapet frekuensinya dengan jelas.
- Putar Pelan-Pelan: Ini kuncinya! Jangan langsung putar 360 derajat. Putar dikit-dikit sambil terus dipetik. Kalau suara makin tinggi (melengking), berarti kamu lagi mengencangkan. Kalau makin rendah (ngebass), berarti mengendurkan.
- Prinsip “Dari Bawah ke Atas”: Para ahli bilang, lebih baik menyetem dari nada rendah ke tinggi. Jadi kalau gitar kamu kerendahan, langsung kencangkan. Tapi kalau ketinggian, kendurkan dulu sampai di bawah nada target, baru kencangkan lagi sampai pas. Ini biar tegangan senar lebih stabil.
4. Kenapa Gitar Saya Fals Terus? (The Troubleshooting)
Udah distem, eh lima menit kemudian fals lagi. Jangan banting gitarnya dulu! Ini beberapa alasan logisnya:
- Senar Baru: Senar gitar itu kayak karet. Kalau baru dipasang, dia masih “kaget” dan bakal terus melar. Solusinya? Tarik-tarik dikit senarnya secara manual biar dia cepet stabil.
- Perubahan Suhu: Kayu gitar itu sensitif. Kalau kamu pindah dari kamar AC yang dingin ke luar rumah yang panasnya kayak simulasi neraka, kayu bakal memuai/menyusut. Stem ulang adalah kewajiban.
- Dry Tuning Pegs: Kadang puterannya udah dol atau kotor. Kasih sedikit minyak pelumas kalau emang udah seret banget.
- Cara Gulung Senar yang Salah: Kalau pas pasang senar gulungannya berantakan kayak mi ayam, ya jangan harap dia bakal anteng.
5. Rahasia “Golden Ear”: Melatih Pendengaran
Menyetem pakai alat itu bagus, tapi jangan jadi budak teknologi. Sesekali, cobalah buat “merasakan” getaran gitarmu.
Gitar yang stemannya bener itu terasa sinkron di badan kamu. Getarannya terasa harmonis, nggak ada frekuensi yang tabrakan (beating). Coba dengerin bunyi “dungggg” yang panjang. Kalau suaranya bergelombang kenceng banget kayak wah-wah-wah, berarti masih fals. Kalau suaranya rata dan lurus, berarti udah in tune.
6. Pentingnya Menyetem Sebelum Latihan
Mungkin kamu mikir, “Ah, cuma latihan sendirian ini, nggak apa-apa lah fals dikit.”
SALAH BESAR!
Kalau kamu latihan dengan gitar fals, otak kamu bakal merekam nada yang salah sebagai nada yang benar. Ini bakal ngerusak insting musik kamu di masa depan. Menyetem itu cuma butuh waktu 2 menit, tapi efeknya buat perkembangan skill kamu itu permanen.
7. Kesimpulan: Senyum Gitar, Senyum Kamu juga!
Menyetem gitar itu adalah seni kesabaran. Nggak perlu buru-buru. Nikmati proses dengerin perubahan nadanya. Begitu jarum di tunermu berhenti tepat di tengah dan berubah jadi hijau, rasanya puas banget, kan?
Sekarang, gitar kamu udah siap tempur. Suaranya udah jernih, harmoninya udah dapet, dan kamu nggak perlu takut lagi diketawain temen karena gitar yang bunyinya aneh.
Jadi, tunggu apa lagi? Ambil gitarmu, cek lagi stemannya, dan mulai mainkan lagu favoritmu. Ingat, dunia butuh musikmu, tapi dunia lebih butuh musikmu yang nggak fals!
Keep on strumming, guys!